Haid Ketika Thawaf

pakaian wanita saat umroh

Umroh merupakan salah satu perjalanan yang paling dicita-citakan seluruh umat muslim di dunia. Saat itu pun umat muslim dapat beribadah dan bersujud dengan khusyuk di rumah Allah. Menjadi salah satu bagian dari hamba allah swt bisa mendapatkan kesempatan melaksanakan rukun islam ke-5 merupakan suatu karunia dan kebanggaan bagi umat muslim diseluruh dunia. Dalam melaksanakan ibadah umroh, kita perlu menyiapkan keperluan fisik,mental, dan perlengkapan umroh wanita yang sangat baik.

Apa yang dilakukan oleh jamaah haji wanita ketika ia mendapati haid saat melaksanakan thawaf ifadah?. Dan seandanya ingin menunggu sampai suci, tidak lah mungkin karena ia akan bergegas pulang ke Tanah suci. Sedangkan thawaf itu diharuskan suci menurut jumhur ulama saat ditanah suci. 

Perlu dipahami terlebih dahulu:

  1. Para ulama sepakat bahwa thawaf asalnya adalah dengan berthoharoh (bersuci). Tidak boleh wanita haid berthawaf padahal ia mampu nantinya berthawaf setelah ia suci.
  1. Para ulama sepakat bahwa thawaf qudum (thawaf yang disyari’atkan bagi orang yang datang dari luar Makkah sebagai penghormatan kepada Baitullah Ka’bah) dan thawaf wada’ (thawaf ketika meninggalkan Makkah) tidak wajib bagi wanita haidh.
  1. Para ulama sepakat bahwa wanita haid dianjurkan untuk menunggu hingga suci ketika ia mendapati haid sebelum melakukan thawaf ifadhah. Ketika ia suci barulah ia melakukan thawaf dan boleh meninggalkan Makkah (Lihat An Nawazil fil Hajj, 310-311).

Yang tepat dalam kondisi wanita haidh seperti ini, bolehnya thawaf dalam keadaan haidh meskipun kita mensyaratkan mesti harus berthoharoh ketika thawaf. Di antara alasannya, jika thoharoh adalah syarat thawaf, maka kita analogikan (qiyaskan) seperti keadaan shalat. Syarat shalat jadi gugur jika dalam keadaan tidak mampu (‘ajez). Seperti kita dalam keadaan sakit dan tidak mampu berwudhu dan tayamum, maka tetap harus shalat meskipun dalam keadaan hadats. Hal ini sama pula dengan thawaf.

Referensi :

https://rumaysho.com/3667-mendapati-haid-ketika-thawaf-ifadhah.html

Jika Anda yang ingin membeli perlengkapan umroh wanita agar lebih praktis dan efisien Anda bisa membelinya di Zaidan Mall. Disana menjual banyak perlengkapan umroh wanita dan perlengkapan haji. Kunjungi Zaidan Mall di https://jualperlengkapanumroh.com, www.zaidanmall.com atau Anda juga bisa langsung kunjungi di homepage website kami.

Hikmah Mencium Hajar Aswad

Umroh | Perlengkapan Umroh Wanita

Umroh merupakan salah satu perjalanan yang paling dicita-citakan seluruh umat muslim di dunia. Saat itu pun umat muslim dapat beribadah dan bersujud dengan khusyuk di rumah Allah. Menjadi salah satu bagian dari hamba allah swt bisa mendapatkan kesempatan melaksanakan rukun islam ke-5 merupakan suatu karunia dan kebanggaan bagi umat muslim diseluruh dunia. Dalam melaksanakan ibadah umroh, kita perlu menyiapkan keperluan fisik,mental, dan perlengkapan umroh wanita yang sangat baik.

Hajar Aswad merupakan batu hitam yang awal mulanya berasal dari surga. Sebelum berwarna hitam seperti yang dapat kita saksikan sekarang, Hajar Aswad berwarna putih. Namun karena dosa-dosa manusia, batu ini kemudian berubah menjadi hitam.

Orang berthawaf yang berkeliling di Baitullah tergerak dalam hatinya untuk mengagungkan Allah –Ta’ala- yang menjadikannya berdzikir kepada-Nya, dan menjadikan geraknya dengan berjalan, mencium, menyentuh hajar aswad, rukun yamani, memberi isyarat kepada hajar aswad dalam kondisi berdzikir kapada Allah; karena semua itu termasuk beribadah kepada-Nya, dan semua ibadah itu dzikir kepada Allah dengan makna yang umum.

Sedangkan apa yang diucapkan dengan lisannya dari mulai takbir, dzikir dan do’a, maka sudah jelas bahwa semuanya adalah berdzikir kepada Allah –Ta’ala-, adapun mencium hajar aswad maka hal itu adalah ibadah bahwa manusia mencium batu itu tidak ada kaitannya dengannya kecuali untuk beribadah kepada Allah dengan mengagungkan-Nya, dan mengikuti Rasul-Nya dalam masalah ini, sebagaimana telah diriwayatkan dari Amirul Mukminin Umara bin Khatthab –radhiyallahu ‘anhu- berkata pada saat mencium hajar aswad:

إني أعلم أنك حجر لا تضر ولا تنفع ، ولولا أني رأيت النبي صلى الله عليه وسلم يقبلك ما قبلتك 

“Sungguh aku mengetahui bahwa kamu adalah batu tidak dapat mendatangkan bahaya dan juga manfaat, kalau saja aku tidak melihat Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- menciummu, maka aku tidak akan menciummu”.

Adapun apa yang menjadi prasangka orang-orang yang tidak mengerti, bahwa yang dimaksud dari mencium hajar aswad adalah untuk mendapatkan berkah maka hal ini tidak ada dasarnya, maka termasuk kebatilan.

Referensi :

https://islamqa.info/id/answers/118085/hikmah-mencium-hajar-aswad

https://islam.nu.or.id/post/read/94617/delapan-fakta-dan-keistimewaan-hajar-aswad

Jika Anda yang ingin membeli perlengkapan umroh wanita agar lebih praktis dan efisien Anda bisa membelinya di Zaidan Mall. Disana menjual banyak perlengkapan umroh wanita dan perlengkapan haji. Kunjungi Zaidan Mall di https://jualperlengkapanumroh.com, www.zaidanmall.com atau Anda juga bisa langsung kunjungi di homepage website kami.

Umroh Bersama Suami Istri, Atau Uang Untuk Haji Sang Suami?

Dalam melaksanakan ibadah umroh, kita perlu menyiapkan keperluan fisik,mental, dan perlengkapan umroh wanita yang sangat baik.

Banyak pertanyaan diluar sana, Apakah Kedua Suami Istri Sebaiknya Menunaikan Umrah Bersama, Atau Biaya Umroh Atau Haji Untuk Suami Saja?. Ada sedikit cerita, yaitu. ” Ada sepasang suami istri yang mempunyai uang yang cukup untuk ibadah umroh bersama. Akan tetapi kalau sepasang suami istri tersebut tidak jadi melksanakan ibadah umroh, uangnya akan bisa terkumpul untuk ibadah haji sang suami untuk tahun depan. Namun itu pun belum pasti, ” pertanyaannya ialah. Apakah yang lebih baik menabung uang untuk menunaikan haji tahun depan, atau menunaikan umrah sekarang?

Ada 4 sebab yang harus diketahui. Ialah:

1. Orang mukmin dianjurkan segera menunaikan amal saleh. Allah Ta’ala berfirman: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas  langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran: 133)

2. Sesungguhnya anda belum yakin akan kemampuan suami anda untuk menunaikan haji pada tahun (depan) dari segi kecukupan harta, bahkan kalau pun biaya telah cukup, mungkin ada perkara lain,  seperti kesibukan atau lainnya yang membuatnya tercegah melakukan haji. Akhirnya  umrahnya tidak terlaksana tanpa alasan atau kemaslahatan yang lebih besar, haji pun tidak dapat tertunaikan.

3. Sesungguhnya ketika kalian mampu menunaikan umrah, maka ia adalah wajib bagi kalian berdua. Sedangkan haji saat ini tidak wajib bagi kalian –karena belum ada kemampuan-. Bukan sikap bijak bagi seseorang mengakhirkan apa yang telah menjadi kewajiban baginya sekarang untuk meraih -setelah itu- perkara yang belum wajib baginya.

4. Kemudian anda juga tidak menyebutkan sedikitpun tentang jumlah (harta) yang tersimpan. Apakah ia adalah milik suami anda atau milik anda berdua yang anda simpan bersama?. Kalau sekiranya jumlah (harta) milik anda berdua, maka para ulama rahimahumullah menyebutkan bahwa tidak dibolehkan itsar (mendahulukan) dalam masalah ketaatan wajib. Maka tidak patut anda memberikan harta anda kepada suami anda untuk dia pergi haji kemudian anda tidak menunaikan umrah.

Referensi :

https://islamqa.info/id/answers/131681/apakah-kedua-suami-istri-sebaiknya-menunaikan-umrah-bersama-atau-uangnya-ditabung-untuk-biaya-haji-suami-saja

Jika Anda yang ingin membeli perlengkapan umroh wanita agar lebih praktis dan efisien Anda bisa membelinya di Zaidan Mall. Disana menjual banyak perlengkapan umroh wanita dan perlengkapan haji. Kunjungi Zaidan Mall di https://jualperlengkapanumroh.com, www.zaidanmall.com atau Anda juga bisa langsung kunjungi di homepage website kami.

Mengulang-ulang Haji Untuk Dirinya Atau Melakukan Haji Untuk Kerabatnya?

Gambar oleh GLady dari Pixabay

Umroh merupakan salah satu perjalanan yang paling dicita-citakan seluruh umat muslim di dunia. Saat itu pun umat muslim dapat beribadah dan bersujud dengan khusyuk di rumah Allah. Menjadi salah satu bagian dari hamba allah swt bisa mendapatkan kesempatan melaksanakan rukun islam ke-5 merupakan suatu karunia dan kebanggaan bagi umat muslim diseluruh dunia. Dalam melaksanakan ibadah umroh kita perlu menyiapkan keperluan fisik,mental, dan perlengkapan umroh wanita yang sangat baik.

Ada yang bertanya: apakah yang lebih utama seseorang berulang-ulang berhaji untuk dirinya atau diniatkan oleh orang lain. yang telah meninggal dunia atau untuk orang yang masih hidup tapi lemah fisiknya (sehingga tidak bisa) menunaikan haji. Mari kita simak dibawah, jangan lupa saat melaksanakan haji atau umroh di Tanah Suci harus mempersiapkan perlengkapan umroh wanita yang cukup.

Yang lebih utama adalah berhaji untuk diri anda sendiri, karena hal itu yang pokok dan mendoakan untuk dirinya, orang lain dari kerabatnya serta seluruh umat islam. Kecuali kalau salah satu atau kedua orang tuanya belum menunaikan haji wajib, maka dia diperbolehkan menghajikan untuknya setelah dia menunaikan haji untuk dirinya. Hal ini di jelaskan oleh, Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 11/66.

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah ta’ala ditanya, seorang wanita hendak melaksanakan haji untuk ibunya yang sudah wafat, padahal ibunya sudah melaksanakan haji fardhu. Apa yang lebih utama, dia menunaikan haji untuknya atau mendoakannya saja?

Beliau menjawab, “Yang lebih utama adalah dia melaksanakan haji untuk dirinya saja, lalu dia mendoakan ibunya. Karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam berkata, ”Jika manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara; Sadaqah jariah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakan.” Fatawa Ibnu Utsaimin, 21/251.

Referensi :

https://islamqa.info/id/answers/46547/apakah-lebih-utama-mengulang-ulang-haji-untuk-dirinya-atau-melakukan-haji-untuk-kerabatnya

Jika Anda yang ingin membeli perlengkapan umroh wanita agar lebih praktis dan efisien Anda bisa membelinya di Zaidan Mall. Disana menjual banyak perlengkapan umroh wanita dan perlengkapan haji. Kunjungi Zaidan Mall di https://jualperlengkapanumroh.com, www.zaidanmall.com atau Anda juga bisa langsung kunjungi di homepage website kami.

Kekeliruan Saat Masuk Masjidil Haram

Umroh | Perlengkapan Umroh Wanita

Umroh merupakan salah satu perjalanan yang paling dicita-citakan seluruh umat muslim di dunia. Saat itu pun umat muslim dapat beribadah dan bersujud dengan khusyuk di rumah Allah. Menjadi salah satu bagian dari hamba allah swt bisa mendapatkan kesempatan melaksanakan rukun islam ke-5, merupakan suatu karunia dan kebanggaan bagi umat muslim diseluruh dunia. Dalam melaksanakan ibadah umroh kita perlu menyiapkan keperluan fisik,mental, dan perlengkapan umroh wanita yang sangat baik.

Semua orang melaksanakan ihrom dengan memakai perlengkapan umroh wanita, namun sebagian orang yang melaksanakan ihrom di masjidil haram, saat masuk terkadang sebagian jamaah haji dan umroh membaca doa-doa tertentu yang tidak bersumber dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, dan demikian pula mereka berusah untuk masuk dari pintu tertentu. Apakah hal tersebut dibenarkan atau tidak? Mari kita simak tentang Kekeliruan Saat Masuk Masjidil Haram dibawah ini:

  1. Sebagian orang mengira bahwa jamaah haji atau umrah harus masuk Masjidilharam dari pintu tertentu. Pandangan ini tidak ada dalilnya. Jamaah haji dan umrah boleh masuk dari pintu mana saja. Jika dia masuk masjid, hendaknya dia mendahulukan kaki kanan dan membaca zikir yang diajarkan ketika masuk seluruh masjid, yaitu dia mengucapkan shalawat kepadan Nabi shallallahu alaihi wasallam, lalu membaca,

اللهم اغفر لي ذنوبي وافتح لي أبواب رحمتك ( رواه مسلم، رقم 713)

“Ya Allah, ampunilah dosaku dan bukakanlah bagiku pintu rahmat-Mu.” (HR. Muslim, no. 713)

  1. Sebagian orang membaca doa-doa tertentu saat masuk masjid dan melihat Ka’bah. Mereka membaca doa-doa yang tidak bersumber dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Ini merupakan bid’ah, karena beribadah kepada Allah Ta’ala, baik dengan ucapan, perbuatan atau keyakinan yang tidak bersumber dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan para shahabatnya. Bahkan selain jamaah haji, bahwa penghormatan terhadap Masjidil Haram adalah thawaf. Maksudnya disunahkan apabila dia memasuki Masjidil Haram untuk melakukan thawaf berdasarkan pendapat sebagian ahli fiqih bahwa sunah memasuki Masjidilharam adalah thawaf. Kenyataanya tidak seperti itu, Masjidil Haram seperti masjid-masjid lainnya yang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam katakan,

إذا دخل أحدكم المسجد فلا يجلس حتى يصلي ركعتين ( رواه البخاري، رقم 444 ومسلم، رقم 714)

“Jika salah seorang dari kalian memasuki masjid, hendaknya jangan duduk terlebih dahulu sebelum shalat dua rakaat.” (HR. Bukhari, no. 444, dan Muslim, no. 714)

Akan tetapi, jika seseorang memasuki Masjidilharam untuk thawaf, baik thawaf ibadah haji atau umrah, atau thawaf sunah biasa seperti thawaf selain haji dan umrah, maka cukup bagi anda melakukan thawaf tanpa shalat dua rakaat. Inilah yang dimaksud bahwa tahiyyat (penghormatan) terhadap Masjidilharam adalah thawaf. 

Referensi :

https://islamqa.info/id/answers/34869/kekeliruan-saat-masuk-masjidil-haram

Jika Anda yang ingin membeli perlengkapan umroh wanita agar lebih praktis dan efisien Anda bisa membelinya di Zaidan Mall. Disana menjual banyak perlengkapan umroh wanita dan perlengkapan haji. Kunjungi Zaidan Mall di https://jualperlengkapanumroh.com, www.zaidanmall.com atau Anda juga bisa langsung kunjungi di homepage website kami.

Apa yang Harus dilakukan Ketika Paspor Hilang?

Belanja Perlengkapan Umroh di Tanah Abang | Perlengkapan Umroh Wanita

Umroh merupakan salah satu perjalanan yang paling dicita-citakan seluruh umat muslim di dunia. Saat itu pun umat muslim dapat beribadah dan bersujud dengan khusyuk di rumah Allah. Dan dalam melaksanakan ibadah umroh, kita perlu menyiapkan keperluan fisik,mental, dan perlengkapan umroh wanita yang sangat baik.

Hari ini saya menjelaskan tentang Apa yang Harus dilakukan Ketika Paspor Hilang?. Bagi Anda yang sering bepergian ke luar negeri, paspor merupakan dokumen yang harus selalu siap sedia. Paspor adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pejabat berwenang suatu negara yang memuat identitas pemegangnya, dan diperlukan untuk melakukan perjalanan internasional karena harus ditunjukkan ketika memasuki perbatasan suatu negara. Jadi, Anda wajib membawa paspor jika melakukan perjalanan ke luar negeri. Jika anda berpergian di Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji atau umroh anda harus membawa perlengkapan umroh wanita yang cukup.

Paspor yang anda miliki harus anda jaga dengan hati-hati jika hilang atau jatuh, anda harus mengurus lagi. Apa yang anda lakukan ketika paspor anda hilang di indonesia atau di luar negeri? Pastinya, pertama-tama tidak perlu panik sebab Anda bisa mengurus kembali paspor yang hilang dengan mudah. 

Simak cara mengurus paspor yang hilang:

Denda Paspor Hilang dan Rusak 

Sebagai informasi, sekarang Anda harus membayar denda paspor hilang sebesar Rp1 juta. Denda ini resmi berlaku sejak 1 Mei 2019 berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 28 Tahun 2019 tentang tarif pendapatan negara bukan pajak di Kemenkumham.

Sementara itu, denda paspor rusak sebesar Rp500.000. Biaya denda ini diluar harga penggantian paspor ya. 

– Biaya paspor biasa 48 halaman Rp350.000

– Biaya e-paspor 48 halaman Rp650.000 

Persyaratan di dalam penggantian Paspor yang hilang secara garis besar sebagai berikut :

1. Membuat laporan kehilangan paspor kepada Kantor Kepolisian Republik Indonesia atau pihak yang berwenang apabila anda berada di luar negeri.

2. Apabila paspor hilang, diminta agar segera melapor ke Kantor Imigrasi dimana pemegang berdomisili untuk meminta penggantian.

3. Penggantian paspor yang hilang, dilaksanakan setelah melalui Berita Acara Pemeriksaandan mendapat persetujuan Kepala Kantor Imigrasi.

4. Apabila dalam pemeriksaan ditemukan adanya unsur kecerobohan atau kelalaian, disertai alasan yang tidak dapat diterima,pemberian paspor dapat ditangguhkan selama 6 (enam) bulan sampai paling lama 2 (dua) tahun.

5. Apabila paspor hilang/rusak di luar negeri, laporlah segera kepada Perwakilan RI di luar negeri.

Referensi :

https://azkamuslim.com/apa-yang-harus-dilakukan-jika-paspor-hilang-3/

https://www.cermati.com/artikel/amp/paspor-hilang-apa-yang-harus-dilakukan

Jika Anda yang ingin membeli perlengkapan umroh wanita agar lebih praktis dan efisien Anda bisa membelinya di Zaidan Mall. Disana menjual banyak perlengkapan umroh wanita dan perlengkapan haji. Kunjungi Zaidan Mall di https://jualperlengkapanumroh.com, www.zaidanmall.com atau Anda juga bisa langsung kunjungi di homepage website kami.

Hukum Bersentuhan Dengan Bukan Mahram Saat Thawaf

Umroh merupakan salah satu perjalanan yang paling dicita-citakan seluruh umat muslim di dunia. Saat itu pun umat muslim dapat beribadah dan bersujud dengan khusyuk di rumah Allah. Dalam melaksanakan ibadah umroh, kita perlu menyiapkan keperluan fisik,mental, dan perlengkapan umroh wanita yang sangat baik.

Thawaf adalah adalah kegiatan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali. Tawaf adalah salah satu amal ibadah yang dilakukan oleh Muslim pada saat melaksanakan haji dan umrah. Tawaf hanya dilakukan di Masjidil Haram. Dan saat melaksanakan thawaf anda harus membawa perlengkapan umroh wanita yang cukup. Apa hukum bersentuhan dengan bukan mahramnya saat melaksanakan ibadah thawaf? Jamaah haji asal indonesia didominasi mengikuti madzhab Syafi’i yang berarti bersentuhan antara laki-laki dan perempuan tanpa penghalang adalah salah satu hal yang bisa membatalkan wudhu sebagaimana pendapat yang masyhur dalam kalangan Syafiiyah.

Ada pendapat lintas madzhab yang menyatakan bahwa bersentuhan lain jenis tidak membatalkan wudhu selama tidak syahwat namun dengan syarat harus pindah ke madzhab lain (intiqalul madzhab). Konskuensinya jika seseorang ingin pindah ke luar madzhab syafi’i maka harus pindah satu paket (satu qadliyah). Artinya mengikuti madzhab lain itu mulai dari syarat rukun hingga batalnya wudhu, tidak boleh setengah-setengah. Bagi masyarakat umum, hal ini cukup rumit.

Imam Nawawi kemudian memberi arahan bagi orang yang thawaf untuk menggunakan pendapat minoritas sebab keadaan yang memang sangat sulit dihindari. Ini lah 3 pendapatnya, yaitu:

  1. Antara Sayyid Abdurrahman dan Imam Nawawi dalam masalah thawaf ini dapat ditarik sebuah benang merah kesimpulan, karena sulitnya memenuhi kriteria pindah madzhab dan karena kondisi Masjidil Haram yang tidak bisa dihindari dalam masalah persentuhan lawan jenis, maka pengikut madzhab Syafi’i tidak perlu pindah madzhab. Itu yang pertama.
  2. Dalam hal batalnya wudhu, mereka tetap dapat mengikuti madzhab syafi’i asalkan tidak menyengaja menyentuh lawan jenis. Selama tidak menyengaja, tidak membatalkan wudhu.
  3. Pendapat bahwa bersentuhan lain jenis itu tidak batal memang tidak disarankan untuk digunakan dalam kondisi normal, hanya karena cobaan yang merata bagi orang yang thawaf, pendapat ini cukup menjadi solusi dan boleh digunakan sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Nawawi. (Ahmad Mundzir)

Referensi :

https://islam.nu.or.id/post/read/80174/hukum-bersentuhan-dengan-bukan-mahram-saat-thawaf

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Tawaf

Jika Anda yang ingin membeli perlengkapan umroh wanita agar lebih praktis dan efisien Anda bisa membelinya di Zaidan Mall. Disana menjual banyak perlengkapan umroh wanita dan perlengkapan haji. Kunjungi Zaidan Mall di https://jualperlengkapanumroh.com, www.zaidanmall.com atau Anda juga bisa langsung kunjungi di homepage website kami.

Istitha’ah dalam Haji dan Umroh

Gambar oleh GLady dari Pixabay

Apakah istitha’ah itu ? Menurut bahasa ,pengertian istitha’ah adalah quwwatun/thaaqatun (kuat/sanggup). Menurut istilah adalah kemampuan fisik/jasmani, rohani, ekonomi/harta dan keamanan pada waktu seseorang  hendak melaksanakan haji/umrah, dan jangan lupa saat melaksanakan ibadah haji maupun umroh calon jamaah harus mempersiapakan perlengkapan umroh wanita yang cukup.

Istitha’ah menjadi salah satu syarat wajib haji/umrah karena Allah SWT berfirman : “… wa lillaahi ‘alan naasi hijjul baiti manis tathaa’a ilaihi sabiilaa “, artinya : “ Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. “ (QS.Ali Imran : 97 ).

Haji memang ibadah yang murakkabah,  yaitu ibadah badan yang langsung dengan harta, karenanya masalah bekal dan kendaraan menjadi perhatian utama dalam istitha’ah haji

Istitha’ah dalam haji ada 2 macam yaitu:

1. MAMPU MELAKSANAKAN SENDIRI/ KEMAMPUAN PRIBADINYA LANGSUNG, ialah mampu melaksanakan ibadah haji (termasuk umrah) bila ditinjau dari segi :

– Jasmani :

  • Dalam keadaan sehat dan kuat agar mudah  mengerjakan ibadah haji/umrah. Karena ibadah haji menuntut kekuatan fisik, seperti thawaf, sa’i dan melontar jamrah. Saat melaksanakan ibadah tersebut anda harus mempersiapkan perlengkapan umroh wanita yang cukup. Upaya untuk selalu menjaga dan meningkatkan  kesehatan dan kekuatan sebelum berangkat haji mutlak diperlukan.Sebaiknya adakan latihan fisik yang terarah dan berencana.

– Rohani :

  1. Mengetahui dan memahami manasik haji/umrah.
  2. Berakal sehat dan memiliki kesiapan mental untuk melakukan ibadah haji/umrah dengan perjalanan yang jauh.

– Ekonomi.

  1. Mampu membayar Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Salah satu guna BPIH ialah untuk membayar biaya transportasi.
  2. BPIH bukan berasal dari penjualan satu-satunya sumber kehidupan yang apabila dijual menyebabkan kemudaratan bagi diri dan keluarganya.
  3. Memiliki biaya hidup bagi keluarga yang ditinggalkan

– Keamanan.

  1. Aman dalam perjalanan dan pelaksanaan ibadah haji/umrah
  2. Aman bagi keluarga dan harta berda serta tugas dan tanggung jawab yang ditinggalkan dan tidak terhalang/mendapat izin untuk perjalanan haji.

– Kesempatan

Memperoleh kesempatan untuk pergi haji dengan tersedianya kuota dan masuk dalam alokasi porsi yang bersangkutan tahun bersangkutan dan bentuk kesempatan lain.Memperoleh izin dll.

2. KEMAMPUAN DENGAN BANTUAN ORANG LAIN

Kemampuan dengan bantuan orang lain ini dalam pelaksanaannya terbagi 2, yaitu  :

  1. Dirinya tetap tinggal di kampung halaman. Ia dihajikan oleh orang lain. Seperti orang tua yang dihajikan anaknya.
  2. Dirinya didampingi oleh orang lain, misalnya orang buta yang membiayai seseorang untuk menuntunnya.

Referensi :

https://mahkotadakwah.blogspot.com/2017/04/istithaah-dalam-haji-bagian-1-satu.html?m=1

Jika Anda yang ingin membeli perlengkapan umroh wanita agar lebih praktis dan efisien Anda bisa membelinya di Zaidan Mall. Disana menjual banyak perlengkapan umroh wanita dan perlengkapan haji. Kunjungi Zaidan Mall di https://jualperlengkapanumroh.com, www.zaidanmall.com atau Anda juga bisa langsung kunjungi di homepage website kami.

4 Tempat Miqat Untuk Melaksanakan Ibadah Umroh

Umroh | Perlengkapan Umroh Wanita

Umroh merupakan salah satu perjalanan yang paling dicita-citakan seluruh umat muslim di dunia. Saat itu pun umat muslim dapat beribadah dan bersujud dengan khusyuk di rumah Allah. Dan dalam melaksanakan ibadah umroh, kita perlu menyiapkan keperluan fisik,mental, dan perlengkapan umroh wanita yang sangat baik.

  1. Masjid Bir A’li

Bir yang berarti sumur dan Ali merupakan nama sahabat Nabi, mengapa nama masjid ini dinisbatkan kepada sahabat Ali Bin Abi Thalib, karena dahulu beliau menggali banyak sumur untuk keperluan air disini.  Menurut catatan sejarah, Masjid Bir Ali kerap dijadikan Rasulullah SAW sebagai tempat melaksanakan miqat dan berihram.

Atas landasan diatas, para jamaah umroh Indonesia maupun mancanegara yang  melakukan perjalanan dari Jeddah ke Madinah dan Madinah ke Mekah biasanya mereka meng-ihram-kan diri di Masjid Bir A’li ini.

  1. Rabigh

Dan bagi para penduduk Syam atau wilayah Suriah, Rabigh adalah tempat miqat bagi mereka. Sebenarnya dulu miqat bertempat di Juhfah. Namun karena Juhfah sekarang menjadi desa yang tak berpenghuni, akhirnya Rabigh yang berlokasi sebelum Juhfah menjadi tempat miqat bagi penduduk Suriah dan sekitarnya.

  1. As-Sail atau Qarnul Manazil

Qarnul Manazil atau sekarang lebih dikenal As-Sail, terletak 94 km sebelah timur Mekah, atau sekitar 220 km dari Bandar Udara King Abdul Aziz.

Dan As-Sail ini ditetapkan menjadi tempat miqat bagi penduduk Nejed atau Riyadh serta bagi para jamaah haji dan umroh yang datang dari arah timur kota Mekah.

  1. Masjid Yamlamlam

Masjid Yamlamlam menjadi tempat miqat ke-4 yang telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW. Masjid Yamlamlam ini digunakan untuk tempat miqat bagi penduduk Yaman dan juga bagi jamaah haji serta umroh dari selatan Mekah.

Referensi :

https://m.dream.co.id/travel/umroh/4-tempat-miqat-di-mekah-yang-ditetapkan-rasulullah-170119z.html

https://www.rehlata.co.id/2019/11/20/beberapa-tempat-miqat-untuk-melaksanakan-ibadah-umroh/

Jika Anda yang ingin membeli perlengkapan umroh wanita agar lebih praktis dan efisien Anda bisa membelinya di Zaidan Mall. Disana menjual banyak perlengkapan umroh wanita dan perlengkapan haji. Kunjungi Zaidan Mall di https://jualperlengkapanumroh.com, www.zaidanmall.com atau Anda juga bisa langsung kunjungi di homepage website kami.

Membutuhkan bantuan ? Kontak kami di sini.

Kami selalu siap membantu anda. Segera hubungi kami bila anda ada masalah.

Customer Support 0

Qumil

Online

Qumil

Assalamu'alaikum, ada yg dapat saya bantu ? 00.00