Kekeliruan Saat Ihram

Haji & Umroh adalah salah satu sunnah yang disarankan bagi para umat muslim didunia yang mampu , dalam pelaksanaan ibadah haji umroh ini memang diperlukan banyak sekali persiapan yang harus dilakukan mulai dari persiapan biaya, kesehatan,juga semua perlengkapan umroh wanita yang dapat menunjang berbagai proses kelancaran dalam pelaksanaan umroh yang akan anda lakukan tersebut. Sebab persiapan yang harus anda lakukan haruslah matang dengan berbagai perlengkapan umroh wanita yang harus anda bawa dan tidak boleh tertinggal.

Berikut kekeliruan jamaah saat ihram :

  • Melewati miqat tanpa berihram

Kesalahan yang sering terjadi adalah jamaah menunda berihram sampai saat mendarat di bandara Jeddah. Sebaiknya sebelum mendarat di bandara Jeddah, jamaah sudah berikhram (memakai kain ihram dan berniat) terlebih dahulu. Karena apabila seseorang ternyata turun di Jeddah tanpa ihram saat sebelumnya sudah melintasi miqat, maka ia wajib kembali ke miqat yang dilewatinya lalu menggunakan ihram di tempat tersebut. Jika tidak kembali dan hanya melakukan ihram dari Jeddah, maka menurut kebanyakan ulama’, wajib baginya membayar fidyah dengan binatang yang disembelih di Makkah, dan seluruh dagingnya dibagikan kepada fuqara’ (orang-orang faqir) Makkah, tidak boleh makan darinya atau menghadiahkannya kepada orang kaya, karena fidyah tersebut berfungsi sebagai penebus dosa.

  • Wanita haid tidak berihram

Kesalahan lainnya adalah seorang wanita yang sedang dalam keadaan haid tidak melakukan ihram. Karena menurut mereka berihram harus dalam kondisi yang suci dari hadas, kemudian melewati miqat (batas) tanpa berihram dan berihram setelah selesai haidnya. Padahal wanita yang sedang haid tetap harus melakukan ihram dan mengerjakan semua urutan haji kecuali tawaf. Barulah ia harus menunda tawaf sampai selesai haidnya.

  • Talbiyah berjamaah

Talbiyah merupakan bacaan seseorang yang telah niat haji. Bacaan ini seharusnya dilakukan secara sendiri-sendiri tanpa suara yang kencang atau berjamaah karena termasuk bid’ah (mengerjakan sesuatu tidak sesuai dengan ketetapan). Selain itu talbiyah berjamaah dengan satu suara lantang dapat mengganggu orang lain yang juga ingin bertalbiyah. Sebaiknya bertalbiyah dengan perlahan dan penuh keheningan.

Referensi : 

http://labbaik.id/kesalahan-umum-saat-haji-dan-umrah/

Jika Anda yang ingin membeli perlengkapan umroh wanita agar lebih praktis dan efisien Anda bisa membelinya di Zaidan Mall. Disana menjual banyak perlengkapan umroh wanita dan perlengkapan haji. Kunjungi Zaidan Mall di https://jualperlengkapanumroh.com, www.zaidanmall.com atau Anda juga bisa langsung kunjungi di homepage website kami.

Memendekkan Rambut Dalam Haji & Umroh Bagi Wanita

Gunting | Perlengkapan Umroh Wanita

Haji & Umroh adalah salah satu sunnah yang disarankan bagi para umat muslim didunia yang mampu , dalam pelaksanaan ibadah haji umroh ini memang diperlukan banyak sekali persiapan yang harus dilakukan mulai dari persiapan biaya, kesehatan,juga semua perlengkapan umroh wanita yang dapat menunjang berbagai proses kelancaran dalam pelaksanaan umroh yang akan anda lakukan tersebut. Sebab persiapan yang harus anda lakukan haruslah matang dengan berbagai perlengkapan umroh wanita yang harus anda bawa dan tidak boleh tertinggal.

Perintah mencukur rambut termasuk dalam manasik haji. Allah berfirman,

لَّقَدْ صَدَقَ اللَّهُ رَسُولَهُ الرُّؤْيَا بِالْحَقِّ ۖ لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ إِن شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ مُحَلِّقِينَ رُءُوسَكُمْ وَمُقَصِّرِينَ لَا تَخَافُونَ

Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesunguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut…” (QS. Al-Fath: 27)

Bagi wanita, memotong rambut tidak sebagaimana laki-laki. Rasulullah bersabda,

لَيْسَ عَلَى النِّسَاءِ حَلْقٌ ، إِنَّمَا عَلَى النِّسَاءِ التَّقْصِيْرُ

Wanita tidak boleh mencukur habis rambutnya tetapi boleh memendekkannya

Cara memotongnya adalah dengan memotong sepanjang satu ruas jarinya dan tidak lebih dari itu. Pertama rambut digabung atau diikat atau dijalin, kemudian ujungnya dipotong satu ruas jari. Karena semua rambut juga harus di potong.

 Ibnu Qudamah rahimahullah berkata,

يلزم التقصير أو الحلق من جميع شعره , وكذلك المرأة

“wajib memotong atau menggundulkan semua rambut, demikian juga wanita (tidak digundul)”

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata,

وتقصر منه المرأة قدر أنملة ” ، أي : أنملة الأصبع وهي مفصل الإصبع ، أي أن المرأة تمسك ضفائر رأسها إن كان لها ضفائر ، أو بأطرافه إن لم يكن لها ضفائر ، وتقص قدر أنملة ، ومقدار ذلك اثنان سنتيمتر تقريباً

“Wanita memotong Rambutnya seukuran “anmulah”, yaitu ruas jari, sendi jari. Wanita memegang jalinan rambutnya jika ada atau memegang ujungnya jika ada, kemudian dipotong seukuran ruas jari. Kira-kira 2 centimeter.”

Referensi : 

https://muslimah.or.id/4212-cara-wanita-mencukur-rambut-ketika-haji-dan-umrah.html

Jika Anda yang ingin membeli perlengkapan umroh wanita agar lebih praktis dan efisien Anda bisa membelinya di Zaidan Mall. Disana menjual banyak perlengkapan umroh wanita dan perlengkapan haji. Kunjungi Zaidan Mall di https://jualperlengkapanumroh.com, www.zaidanmall.com atau Anda juga bisa langsung kunjungi di homepage website kami.

Macam Macam Umroh

Umroh | Perlengkapan Umroh Wanita

Umroh adalah salah satu sunnah yang disarankan bagi para umat muslim didunia yang mampu dalam arti memampukan dirinya bukan hanya menunggu begitu saja tanpa ada sedikitpun usaha yang dilakukan, dalam pelaksanaan ibadah umroh ini memang diperlukan banyak sekali persiapan yang harus dilakukan mulai dari persiapan biaya, kesehatan,juga semua perlengkapan umroh wanita yang dapat menunjang berbagai proses kelancaran dalam pelaksanaan umroh yang akan anda lakukan tersebut. Sebab persiapan yang harus anda lakukan haruslah matang dengan berbagai perlengkapan umroh wanita yang harus anda bawa dan tidak boleh tertinggal.

Hukum umrah yang dilaksanakan ada 2, yaitu:

a. Wajib.

Apabila umrah yang ia lakukan itu umrah yang pertama kali, atau umrah karena nazar atau umrah untuk mengqadha umrah wajib.

b. Sunat

 Apabila umrah yang ia lakukan itu bukan umrah yang pertama kali,bukan umrah karena nazar dan bukan umrah karena mengqadha umrah wajib.

Karena waktunya yang fleksibel, ibadah umrah yang dilaksanakan sewaktu-waktu ini menjadi tren baru yang banyak diminati kaum muslimin. Kebanyakan mereka memilih umrah di bulan Ramadhan atau di akhir tahun.

Umroh ada 2 macam yaitu umroh mufradah dan umroh tamattu. Apa perbedaannya, berikut ini penjelasannya :

1. Umroh Mufradah

Adalah Umroh yang dikerjakan secara terpisah dan tidak ada kaitannya dengan ibadah haji.

Waktu Pelaksanaan : Tidak dibatasi, dapat dikerjakan kapan saja sepanjang tahun. Bisa juga dikerjakan pada bulan bulan haji, tapi tidak dihubungkan dengan haji tamattu’.

Bacaan Talbiyah : لَبَّيْكَ اللَّـهُمَّ عُمْرَةً      “Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, dengan  melaksanakan umroh.”

2. Umroh Tamattu

Adalah Umroh yang dikerjakan seorang yang melaksanakan haji tamattu

Waktu Pelaksanaan : Pada bulan-bulan haji yaitu Syawal, Dzulqa’dah, dan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. 

Bacaan niat saat Ihram : لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً مُتَمَتِّعاً بِهَا إِلىَ الحَجِّ

“Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, dengan melaksanakan umroh yang dilanjutkan dengan haji.”

Referensi :

https://ihram.asia/wawasan/macam-macam-umroh 

https://mahkotadakwah.blogspot.com/2017/04/macam-macam-umrah-atau-jenis-umrah.html

Jika Anda yang ingin membeli perlengkapan umroh wanita agar lebih praktis dan efisien Anda bisa membelinya di Zaidan Mall. Disana menjual banyak perlengkapan umroh wanita dan perlengkapan haji. Kunjungi Zaidan Mall di https://jualperlengkapanumroh.com, www.zaidanmall.com atau Anda juga bisa langsung kunjungi di homepage website kami.

Wudhu Batal Ketika Thawaf

Dalam pelaksanaan ibadah haji/umroh, diperlukan banyak sekali persiapan yang harus dilakukan mulai dari persiapan biaya, kesehatan, juga semua perlengkapan umroh wanita yang dapat menunjang berbagai proses kelancaran dalam pelaksanaan umroh yang akan anda lakukan tersebut. Sebab persiapan yang harus anda lakukan haruslah benar benar matang dengan berbagai perlengkapan umroh wanita yang harus anda bawa dan tidak boleh tertinggal.

Thawaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali dan Ka’bah berada di sebelah kiri orang yang berthawaf. Di dalam thawaf berisi dzikir dan do’a, boleh pula diisi dengan membaca Al Qur’an. Jika ada yang batal wudhunya di pertengahan thawaf, maka akan sulit keluar dari jalur. Lalu bagaimana mengenai masalah ini? Misalnya jika sudah mengitari thawaf sebanyak empat kali, lalu thawafnya batal, haruskah diulangi dari awal ataukah boleh dilanjutkan sisa tiga putaran yang ada?

Perlu diketahui bahwa thoharoh (harus bersuci) bukanlah syarat dalam ihram dan bukan pula syarat dalam amalan umrah atau haji lainnya selain thawaf. Ketika sa’i, melempar jumrah, mabit dan wukuf tidak disyaratkan untuk berthoharoh (dalam keadaan suci).

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah mengatakan, Inilah pendapat yang lebih menenangkan hati yaitu thawaf tidak dipersyaratkan thoharoh dari hadats kecil. Namun jika seseorang berthoharoh (dengan berwudhu’), maka itu lebih sempurna dan lebih mencontohi Nabi. Jangan sampai kita bermudah-mudahan menyelisihi pendapat jumhur ulama. Akan tetapi, dalam kondisi darurat, kita memilih pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Seperti misalnya ketika dalam kondisi sangat padat. Jika kita mengharuskan untuk berwudhu ketika wudhunya batal, lalu ia balik ke tempat thawaf dalam keadaan padat jama’ah, lebih-lebih lagi jika thawafnya masih tersisa beberapa putaran saja, maka ini tentu jadi beban yang amat berat. Padahal kondisi sudah sulit seperti ini, namun kita masih berpegang dengan dalil yang tidak jelas. Jadi kami sarankan tidak perlu mewajibkan untuk thoharoh dalam kondisi demikian. Namun hendaklah mengambil sikap yang mudah dan toleran.

Referensi :

https://rumaysho.com/2661-wudhu-batal-di-pertengahan-thawaf338.html

https://muslim.or.id/18347-saat-thawaf-keliling-kabah-wudhu-batal.html

Jika Anda yang ingin membeli perlengkapan umroh wanita agar lebih praktis dan efisien Anda bisa membelinya di Zaidan Mall. Disana menjual banyak perlengkapan umroh wanita dan perlengkapan haji. Kunjungi Zaidan Mall di https://jualperlengkapanumroh.com, www.zaidanmall.com atau Anda juga bisa langsung kunjungi di homepage website kami.

Apa yang Dilakukan Ketika Ragu Dalam Thawaf?

Umroh | Perlengkapan Umroh Wanita

Dalam pelaksanaan ibadah haji atau umroh, diperlukan banyak sekali persiapan yang harus dilakukan mulai dari persiapan biaya, kesehatan, juga semua perlengkapan umroh wanita yang dapat menunjang berbagai proses kelancaran dalam pelaksanaan umroh yang akan anda lakukan tersebut. Sebab persiapan yang harus anda lakukan haruslah benar benar matang dengan berbagai perlengkapan umroh wanita yang harus anda bawa dan tidak boleh tertinggal.

Sifat lupa akan hitungan memang wajar bagi seorang manusia, karena manusia adalah makhluk yang sering lupa dan berbuat kesalahan. Bagaimana jika kita umrah sendiri dan lupa dengan hitungan thawaf?

Biasanya terjadi pada akhir thawaf, apakah ini jumlah thawaf yang terakhir maupun jumlah thawaf yang ke enam? Sama halnya jika kita lupa dengan rakaat ketika melaksanakan shalat. Sebaiknya kita menambah satu putaran lagi, dan ketika itu, kita harus meyakini hitungan thawaf saat itu, dan sebaiknya kita meyakini hitungan yang paling rendah yakni putaran ke enam dan melanjutkan putaran yang selanjutnya yakni putaran ke tujuh.

Disebutkan dalam Fatawa Lajnah Daimah (11/253)

“Jika jamaah haji telah melaksanakan thawaf ifadhoh dan lupa salah satu putaran dengan jeda waktu yang lama, maka dia harus mengulangi thawafnya dari awal, namun jika jedanya tidak lama, maka dia hanya menambahkan putaran yang dia lupa”.

Syeikh Ibnu Utsaimin pernah ditanya tentang seorang wanita yang telah melaksanakan thawaf ifadhoh sebanyak enam kali, namun dia meyakini sudah tujuh kali. Lalu setelah melaksanakan sa’i dan memendekkan rambutnya, baru dia melengkapi satu kali putaran yang tersisa, apakah yang demikian itu boleh dilakukan?

“Jika dia meyakini bahwa thawafnya sebanyak enam kali putaran, maka satu kali putaran yang dia lengkapi setelah adanya jeda waktu yang lama tidak ada manfaatnya. Maka sekarang dia wajib mengulangi thawafnya dari awal sebanyak tujuh kali. Namun jika dia hanya ragu-ragu, setelah selesai thawaf dia mengira bahwa dirinya belum menyempurnakan thawafnya maka tidak perlu memperhatikan hal tersebut”. (Majmu’ Fatawa Syeikh Ibnu Utsaimin 22/293)

Referensi : 

https://islamqa.info/id/answers/85368/lupa-satu-putaran-thawaf-kemudian-melanjutkannya-setelah-selesai-dari-ibadah-sai

https://media.ihram.asia/2018/01/26/begini-caranya-jika-ragu-dengan-hitungan-thawaf-anda/

Jika Anda yang ingin membeli perlengkapan umroh wanita agar lebih praktis dan efisien Anda bisa membelinya di Zaidan Mall. Disana menjual banyak perlengkapan umroh wanita dan perlengkapan haji. Kunjungi Zaidan Mall di https://jualperlengkapanumroh.com, www.zaidanmall.com atau Anda juga bisa langsung kunjungi di homepage website kami.

Mana yang Lebih Utama, Nikah Dulu atau Haji Dulu?

pakaian wanita saat umroh

Pernikahan atau pun haji, kedua-keduanya merupakan ibadah dalam syariat agama Islam yang tujuannya sama-sama baik dan memerlukan biaya yang lumayan. Pernikahan dilakukan untuk keberlangsungan keturunan dalam menciptkana keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah. Sementara haji dilaksanakan sebagai penyempurna rukun Islam kita.

Permasalahnnya adalah, jika seseorang sudah baligh dan hanya memiliki harta yang bisa menunjang salah satunya saja antara ongkos nikah atau ongkos haji serta membeli perlengkapan umroh wanita, maka manakah yang lebih didahulukan, nikah dulu atau haji dulu?

Kalau seseorang membutuhkan untuk menikah, dan berat baginya untuk mengakhirkannya, maka dia dahulukan menikah daripada berhaji. Sementara kalau tidak memerlukan menikah, maka didahulukan berhaji.

Ibnu Qudamah rahimahullah dalam ‘Al-Mugni, 5/12 mengatakan, “Kalau memerlukan untuk menikah dan khawatir kepada dirinya kesusahan, maka didahulukan menikah. Karena hal itu menjadi wajib baginya. Dan tidak tercukupi kecuali dengannya seperti nafkah. Kalau tidak khawatir, maka didahulukan haji. Karena nikah sunnah, maka tidak didahulukan atas haji yang wajib”.

Imam Asy-Syirazi dalam kitab al-Muhadzdzab menyebutkan,

 (وان احتاج إلى النكاح وهو يخاف العنت قدم النكاح لان الحاجة الي ذلك علي الفور والحج ليس علي الفور)

“Jika seseorang butuh menikah dan dia takut zina, maka didahulukan nikah, karena kebutuhan untuk nikah dalam hal ini lebih mendesak, sementara haji bukanlah ibadah yang sifatnya mendesak”

Pernyataan tersebut kemudian dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam kitab al-Majmu’ Syarh al-Muhazzab (j. 7 h. 49) bahwa sebaliknya jika tidak ditakutkan adanya perzinahan, maka penggunaan harta untuk membayar ongkos naik haji (ONH) lebih diutamakan.

Penjelasan Imam Asy-Syirazi dan Imam Nawawi didasarkan pada kenyataan bahwa hukum menikah yang bisa berubah-ubah tergantung pada kondisi, seperti misalnya nikah menjadi wajib jika ditakutkan adanya fitnah jika tidak disegerakan, sedangkan di sisi lain kewajiban haji sifatnya bukanlah kewajiban fauriyyah (yang disegerakan seperti seseorang yang harus segera berpuasa saat Ramadhan tiba), namun bersifat at-taraakhi (boleh ditunda).

Referensi :

https://bincangsyariah.com/kalam/nikah-dulu-atau-haji-dulu/

https://islamqa.info/id/answers/27120/apakah-mendahulukan-haji-atau-menikah

Jika Anda yang ingin membeli perlengkapan umroh wanita agar lebih praktis dan efisien Anda bisa membelinya di Zaidan Mall. Disana menjual banyak perlengkapan umroh wanita dan perlengkapan haji. Kunjungi Zaidan Mall di https://jualperlengkapanumroh.com, www.zaidanmall.com atau Anda juga bisa langsung kunjungi di homepage website kami.

Apa itu Raudhah?

Umroh merupakan salah satu perjalanan yang paling dicita-citakan seluruh umat muslim di dunia. Saat itu pun umat muslim dapat beribadah dan bersujud dengan khusyuk di rumah Allah. Dalam melaksanakan ibadah umroh, kita perlu menyiapkan keperluan fisik,mental, dan perlengkapan umroh wanita yang sangat baik.

Tempat yang paling indah dan nikmat akan tersaji di surga, tapi kenyataan di bumi ini pun juga ada “Taman Surga ” yang bisa kamu kunjungi. Taman Surga yang dimaksud adalah Raudhah atau Raudhatul Jannah yang terletak di Madinah. Untuk berpergian disana anda harus membawa  perlengkapan umroh wanita yang cukup.

  1. Dimana Sih Raudhah Itu?

Raudhah adalah tempat yang istimewa di Madinah, dan selalu menjadi tujuan wajib para jemaah umroh dan haji.

Dahulu Raudhah terletak di luar halaman Masjid Nabawi, yaitu di antara rumah Rasulullah Salallahu alaihi salam dan mihrab atau mimbar di Masjid Nabawi. Kini setelah Masjid Nabawi diperluas, lokasi Raudhah terletak di dalam masjid, dengan ukurannya yang hanya 22 x 15 meter.

Lokasi itulah yang menjadi taman surga yang tak pernah sepi oleh jamaah haji dan umroh. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Tempat yang di antara rumahku dan mimbarku adalah raudhah (taman) di antara taman-taman surga.” (HR. Bukhari).

Kawasan Raudhah ditandai dengan karpet berwarna hijau muda yang sangat berbeda dengan warna karpet di ruangan lain di dalam masjid Nabawi. Kawasan Raudhah juga memiliki 5 pilar atau tiang yang berwarna putih dengan atap yang berhiaskan ornamen kaligrafi klasik. Lokasi Raudhah sebenarnya merupakan tempat shaf bagi para laki-laki dan hanya terbuka bagi kaum perempuan pada jam-jam tertentu. Yaitu pada saat waktu dhuha, waktu dhuhur, dan waktu isya.

  1. Manfaatkan Waktu Untuk Berdoa di Raudhah

Lalu mengapa ribuan jemaah tersebut berebut untuk memasuki Raudhah? Rupanya, Raudhah yang bersebelahan dengan makam Rasulullah SAW di dalam kompleks Masjid Nabawi merupakan tempat yang sangat mustajab untuk berdoa. Dengan berdoa di Raudhah, maka doa pun niscaya akan dikabulkan oleh Allah.

  1. Tiang-Tiang Khusus dalam Raudhah

Di dalam Raudhah terdapat enam tiang bersejarah, yaitu sebagai berikut:

– “Tiang Utusan” yang digunakan Nabi dahulu sebagai tempat menerima utusan yang datang.

– “Tiang Pengawal” tempat berdirinya para pengawal Nabi.

– “Tiang Tempat Tidur” yang merupakan tempat Nabi tidur selama i’tikaf.

– “Tiang Abu Lubabah” yaitu tiang tempat Abu Lubabah mengikatkan diri karena menyesal telah  membocorkan rahasia kepada orang yahudi.

– “Tiang Aisyah” yang diyakini ditunjuk Aisyah sebagai tempat Rasulullah mengimami shalat berjamaah.

– “Tiang Mukholaqah” tempat bersandar Nabi ke batang pohon kurma saat khutbah jum’at.

Referensi :

https://pergiumroh.com/blog/apa-itu-raudhah-dan-keistimewaannya

Jika Anda yang ingin membeli perlengkapan umroh wanita agar lebih praktis dan efisien Anda bisa membelinya di Zaidan Mall. Disana menjual banyak perlengkapan umroh wanita dan perlengkapan haji. Kunjungi Zaidan Mall di https://jualperlengkapanumroh.com, www.zaidanmall.com atau Anda juga bisa langsung kunjungi di homepage website kami.

Asal Mula Ibadah Haji dan Umroh

Gambar oleh GLady dari Pixabay

Haji dan Umroh adalah salah satu sunnah yang disarankan bagi para umat muslim didunia yang mampu. Dalam pelaksanaan ibadah haji umroh ini memang diperlukan banyak sekali persiapan yang harus dilakukan mulai dari persiapan biaya, kesehatan,juga semua perlengkapan umroh wanita yang dapat menunjang berbagai proses kelancaran dalam pelaksanaan umroh yang akan anda lakukan tersebut. Sebab persiapan yang harus anda lakukan haruslah matang dengan berbagai perlengkapan umroh wanita yang harus anda bawa dan tidak boleh tertinggal karena perlengkapan umroh wanita sangat penting.

Haji :

Bermula dari ribuan tahun yang lalu di jaman Nabi Ibrahim. Ibadah haji yang menjadi rukun Islam kelima dimulai pada tahun 625 M atau 4 H. Nabi Ibrahim yang lahir di Urkasdim tidak memiliki keturunan hingga di usia senjanya. Istrinya Sarah menganjurkan untuk menikahi Siti Hajar. Pernikahannya dengan Siti Hajar dikaruniai seorang putera yang diberi nama Ismail. Namun Sarah merasa pilu karena perkawinannya dengan Nabi Ibrahim tidak dikaruniai keturunan.

Beliau mengadukan kepada Allah dan Allah menyuruhnya untuk membawa Hajar dan Ismail untuk pergi menjauh dari Sarah ke tanah Haram, yaitu Mekkah. Nabi Ibrahim, Hajar dan Ismail dibawa oleh Jibril ke Kota Mekah. Pada saat itu, Ismail menangis karena merasa kehausan dan Hajar berlari dari bukit Shafa ke Bukit Marwah bolak-balik hingga 7 kali untuk mencari sumber air. Namun ia tidak menemukan sumber air. Kemudian Hajar melihat ke kaki Ismail yang menjejak-jejak ke tanah dan muncullah sumber air dan diberi nama zam-zam sesuai dengan yang diucapkan oleh Hajar pada saat itu. Setelah saat itu, kaum muslimin melakukan ritual ibadah haji setiap tahun ke Mekah dan berziarah di Kabah.

Umroh :

Pada tahun 7 hijriyah, Rasulullah bersama rombongan sekitar 2000 orang melakukan umroh untuk pertama kalinya.

Rasulullah beserta rombongan para sahabat memasuki Ka’bah dan langsung melakukan thawaf 7 kali putaran mengelilingi Ka’bah. Kemudian Rasulullah melakukan shalat di makam Nabi Ibrahim dan minum air zam-zam, selepas itu melakukan sa’I dari bukit Shafa ke bukit Marwah dan terakhir Rasulullah melakukan tahallul atau mencukur Sebagian rambut.

Referensi : 

https://www.biayahajiumroh.com/2017/01/sejarah-asal-mula-ibadah-haji-dan-umroh.html

https://www.alhijaztourumroh.com/2016/08/sejarah-asal-mula-ibadah-haji-dan-umroh.html

Jika Anda yang ingin membeli perlengkapan umroh wanita agar lebih praktis dan efisien Anda bisa membelinya di Zaidan Mall. Disana menjual banyak perlengkapan umroh wanita dan perlengkapan haji. Kunjungi Zaidan Mall di https://jualperlengkapanumroh.com, www.zaidanmall.com atau Anda juga bisa langsung kunjungi di homepage website kami.

Beberapa Tempat Istimewa di Madinah

Gambar oleh Konevi dari Pixabay

Umroh merupakan salah satu perjalanan yang paling dicita-citakan seluruh umat muslim di dunia. Saat itu pun umat muslim dapat beribadah dan bersujud dengan khusyuk di rumah Allah. Menjadi salah satu bagian dari hamba allah swt bisa mendapatkan kesempatan melaksanakan rukun islam ke-5 merupakan suatu karunia dan kebanggaan bagi umat muslim diseluruh dunia. Dalam melaksanakan ibadah umroh, kita perlu menyiapkan keperluan fisik,mental, dan perlengkapan umroh wanita yang sangat baik.

Untuk calon jamaah umrah yang hendak melaksanakan haji atau umroh, Madinah adalah salah satu kota yang wajib anda kunjungi, karena kota Madinah adalah kota suci yang kedua setelah mekkah dan di kota ini pula nabi Muhammad SAW di makamkan. Disini juga ada banyak destinasi wisata religi ataupun sejarah yang bisa calon jamaah kunjungi selama berada di Madinah. Jangan lupa, di Madinah anda harus membawa perlengkapan umroh wanita, contohnya payung. Berikut inspirasi destinasi ziarah dan wisata di Madinah yang bisa calon jamaah jelajahi selama berada di Madinah:

  1. Masjid Nabawi

Masjid selanjutnya yang dibangun oleh Nabi Muhammad di kota Madinah adalah Masjid Nabawi. Masjid yang kini menjadi salah satu Masjid terbesar yang ada di dunia ini merupakan tempat paling suci kedua bagi umat Muslim setelah Masjidil Haram di Kota Mekkah.

  1. Raudhah

Masih berada di dalam kawasan Masjid Nabawi, calon jamaah bisa mengunjungi Raudhah atau taman surga yang dahulu merupakan tempat Nabi Muhammad beribadah, memimpin Shalat, hingga menerima wahyu.

  1. Pemakaman Al-Baqi

Pemakaman Baqi merupakan tempat peristirahatan terakhir anggota keluarga Nabi Muhammad dan juga para sahabat Nabi. Hingga saat ini, tempat ini menjadi salah satu tempat yang disakralkan dan kerap dikunjungi oleh para jamaah yang tengah menjalani ibadah di Kota Madinah.

Referensi :

https://www.tokopedia.com/blog/travel-tempat-wisata-di-madinah/

Jika Anda yang ingin membeli perlengkapan umroh wanita agar lebih praktis dan efisien Anda bisa membelinya di Zaidan Mall. Disana menjual banyak perlengkapan umroh wanita dan perlengkapan haji. Kunjungi Zaidan Mall di https://jualperlengkapanumroh.com, www.zaidanmall.com atau Anda juga bisa langsung kunjungi di homepage website kami.

Membutuhkan bantuan ? Kontak kami di sini.

Kami selalu siap membantu anda. Segera hubungi kami bila anda ada masalah.

Customer Support 0

Qumil

Online

Qumil

Assalamu'alaikum, ada yg dapat saya bantu ? 00.00